Memahami Kode & Spesifikasi Batu Gerinda Logam
Pemilihan batu gerinda (abrasive wheel) yang salah dapat menyebabkan hasil potong tidak presisi, mata gerinda cepat aus, bahkan berisiko pecah saat berputar pada kecepatan tinggi (11.000–13.300 RPM). Kenali arti kode yang tertera pada label batu gerinda resmi.
1. Arti Kode Abrasif pada Batu Gerinda
- A (Aluminium Oxide): Khusus untuk memotong dan mengikis Carbon Steel, besi pipa, hollow, UNP, dan plat besi konstruksi.
- WA (White Aluminium Oxide): Butiran abrasif lebih tajam dan dingin, dirancang khusus untuk Stainless Steel (SUS 304/316) agar tidak terjadi kontaminasi karat atau efek gosong.
- C / GC (Silicon Carbide): Untuk memotong material non-ferrous seperti batu, keramik, kaca, dan cor besi (cast iron).
2. Gerinda Potong (Cutting Disc) vs Gerinda Asah (Grinding Disc)
Batu Potong (Tipe 41 / Flat): Memiliki ketebalan tipis (1.0 mm – 1.2 mm pada ukuran 4 inch) untuk menghasilkan potongan cepat, rapi, dan minim percikan gram.
Batu Asah / Fleksibel (Tipe 27 / Depressed Center): Memiliki ketebalan 6.0 mm dengan jaring penguat fiberglass ganda untuk meratakan kampuh las (welding seam) dan chamfering tepi plat tebal.
3. Standar Keselamatan (Safety Rules)
- Pastikan RPM batu gerinda lebih tinggi daripada RPM mesin gerinda tangan Anda.
- Jangan pernah menggunakan batu potong tipis untuk mengikis secara menyamping (side grinding).
- Selalu gunakan cover pelindung gerinda (wheel guard) dan kacamata safety anti-pecah.